Minggu, 08 November 2009

Strategi Pertumbuhan dan Strrategi Pembangunan

BAB.V

Strategi Pertumbuhan dan Strrategi Pembangunan


1. Kebijakan Ekonomi Dalam Negeri

Dalaam kebijakan ekonomi dalam negeri terdapat 2 kebijakan yaitu :

· Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatanya serta mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah

· Kebijakan Moneter yaitu kebijakan yang dijalankan oleh bBnak sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebiajakan moneter ini berfungsi untuk mengendalikan tingkat harga-harga yaitu menjaga agar harga-harga dapat dijamin supaya tetap stabil. Kebijakan moneter ini juga untuk mengatasi masalah pengangguran dan sebagai alat menggalakan pertumbuhan ekonomi.

2. Kebijakan Ekonomi Luar Negeri

Kebijakan luar negeri suatu negara, yang juga disebut kebijakan hubungan internasional, adalah serangkaian sasaran yang menjelaskan bagaimana suatu negara berinteraksi dengan negara lain di bidang-bidang ekonomi, politik, sosial, dan militer; serta dalam tingkatan yang lebih rendah juga mengenai bagaimana negara berinteraksi dengan organisasi-organisasi non-negara. Interaksi tersebut dievaluasi dan dimonitor

Kebijakan luar negeri dirancang untuk membantu melindungi kepentingan nasional, keamanan nasional, tujuan ideologis, dan kemakmuran ekonomi suatu negara. Hal ini dapat terjadi sebagai hasil dari kerjasama secara damai dengan bangsa lain, atau melalui eksploitasi.

3. Strategi Upaya Minimum

Beberapa Strategi Upaya minimum dalam Pertumbuhan dan Pembangunan adalah :

· Menaikkan pendapatan perkapita pd tingkat pembangunan berkesinambungan (SUSTAINABLE) Õ terjadi HARVEY LEIBSTEIN.

· Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.

· Hambatan menurunkan pendapatan perkapita dari tingkat sebelumnya

· Rangsangan menaikkan pendapatan perkapita

Faktor-faktor mempengaruhi pertumbuhan pendapatan perkapita dari pelaksanaan Upaya Minimum Kritis :

1.Skala disekonomis internal ; akibat tidak dapat dibaginya faktor produksi.

2.Skala disekonomis external ; akibat ketergantungan eksternal, hambatan budaya dan kelembagaan di negara berkembang.

Upaya minimum kritis mengatasi pengaruh perekonomian terbelakang agar laju pertumbuhan ekonomi merangsang positive sum menjadi lebih besar dari zero sum, sehingga pendapatan perkapita naik, tabungan & investasi naik, yaitu :

1. ekspansi agen pertumbuhan

2. Sumbangan masy. thd. per unit modal naik seiring rasio modal output turun.

3. Berkurangnya keefektifan faktor-faktor penghambat pertumbuhan

4. Penciptaan kondisi lingkungan dan sosial ; mobilitas ekonomi dan sosial naik.

5. Peningkatan spesialisasi dan perkembangan sektor sekunder dan tersier.

4. Strategi Pembangunan Seimbang

Yang dimaksud dengan strategi pembangunan seimbang adalah usaha pembangunan yang berupaya untuk mengatur program investasi sedemikian rupa sehingga sepanjang proses pembangunan tidak akan timbul hambatan-hambatan yang bersumber dari penawaran maupun permintaan. Selain itu strategi pembangunan seimbang ini juga dapat diartikan sebagai kesimbangan pembangunan diberbagai sector. Misalnya antara sector industri dan sector pertanian, sector luar negeri dan sector domestic, dll. Secara singkat teori penbanguna seinbang ini nebgharuskan adanya penbangunan yang serentak dan harmonis diberbagai sector ekonomi sehingga semua sector tumbuh bersama.

sedangkan menurut Para Ekonom dari teori Dorongan besar-besaran (BIG PUSH THEORY) Yaitu pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar. Diperlukan keseimbangan antara DEMAND & SUPPLY.

Tujuan Utama dari Strategi Pembangunan seimbang adalah untuk menciptakan jenis industri yang berkaiatan erat satu dengan yang lain sehingga setiap industri memperoleh Eksternalitas Ekonomi sebagai akibat Industrialisasi.

5. Strategi Pembangunan tak seimbang

Menurut Hirschman dan Streeten, pembangunan tak seimbang adalah pola pembangunan yang lebih cocok untuk memproses pembangunan di Negara yang sedang berkembang. Pola pembangunan tak seimbang itu adalah ;

· Secara histories pembangunan ekonomi yang terjadi coraknya tidak seimbang

· Untuk mempertinggi penggunaan sumber daya yang tersedia, dan

· Pembangunan tak seimbang akan menimbulkan kemacetan atau gangguan gangguan dalam proses pembangunan yang akan mendorong bagi pembangunan selanjutnya.

Pembangunan tak seimbang ini juga dianggap lebih sesuai untuk dilaksanakan di Negara yang sedang berkembang karena di Negara-negara tersebut menghadapi masalah kekurangan sumber daya. Dengan demikian pembangunan tak seimbang ini akan mempercepat pembangunan ekonomi dimasa yang akan datang.

Jumat, 06 November 2009

Perubahan Struktural dalam Proses Pembangunan

BAB.VII

PERUBAHAN STRUKTURAL DALAM PROSES PEMBANGUNAN

1. Perubahan Berbagai Sektor

Perubahan berbagai sector dalam proses pembangunan bisa disebabkan oleh beberapa masalah, antara lain : tingkat kemiskinan, tingkat pendapatan perkapita masyarakat, dll. Perubahan berbagai sector ini bisa berpengaruh trhadap beberapa sector yaitu Perubahan struktur penggunaan tenaga kerja, perubahan struktur sector industry dan jasa serta perubahan struktur perekonomian Negara berkembang.

2. Perubahan Struktur Penggunaan Tenaga Kerja

Perbedaan tingkat upah antara sector pertanian dengan industry mendorong perpindahan tenaga kerja dari sector pertanian ke sector industry, maka terjadilah Urbanisasi. Tenaga kerja yang pindah dari sector pertanian ke sector industry akan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Semakin banyak orang yang bekerja di sector pertanian, maka semakin rendah produktivitas marjinal tenaga kerjanya. Dalam kondisi seperti ini pengurangan jumlah penggunaan tenaga kerja tidak akan mengurangi jumlah output disektor tersebut, karean proporsi tenaga kerja terlalu banyak dibandingkan dengan proporsi input lain seperti tanah dan capital. Akibat over supply tenaga kerja ini upah atau tingkat pendapatan di sector pertanian menjadi rendah.

3. Perubahan Struktur Sektor Industri dan Jasa

a. Perubahan Struktur sector Industri

Perubahan Struktur sector industry ini terjadi akibat dari kenaikan pendapatan perkapita masyarakat. Sesuai dengan hokum pasar bahwa tingginya produktivitas di sector industry membuat upah riil per pekerja disektor industry juga tinggi.

Tujuan dari pembangunan industri merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengacu pada 3 pilar utama yang menjadi komitmen pemerintah, yaitu pro growth, pro job, dan pro poor, yang akan diwujudkan melalui peningkatan ekspor dan investasi, percepatan pertumbuhan sektor riil, revitalisasi sektor pertanian, kehutanan dan kelautan serta percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,

b. Perubahan Struktur Sektor Jasa

Menurut Lovelock menyatakan bahwa sektor jasa merupakan sektor yang paling besar mengalami perubahan akibat dari cepatnya perubahan yang dialami oleh faktor lain, seperti perubahan teknologi yang secara langsung menaikkan iklim kompetisi di dalam industri.

Industri jasa pada saat ini merupakan sektor ekonomi yang sangat besar dan tumbuh sangat pesat. Dipandang dari konteks globalisasi, pesatnya pertumbuhan bisnis jasa antar negara ditandai dengan meningkatnya intensitas pemasaran lintas negara serta terjadinya aliansi berbagai penyedia jasa di dunia. Perkembangan tersebut pada akhirnya mampu memberikan tekanan yang kuat terhadap perombakan regulasi, khususnya pengenduran proteksi dan pemanfaatan teknologi baru yang secara langsung akan berdampak kepada menguatnya kompetisi dalam industri Kondisi ini secara langsung menghadapkan para pelaku bisnis kepada permasalahan persaingan usaha yang semakin tinggi.

4. Perubahan Struktur Industri menurut Ananlisis Chenery

Berdasarkan Analisis Chenery, Kenaikan sector Industri dinyatakan sama besarnya dengan 4 faktor yaitu :

a) Kenaikan permintaan Domestik yang memuat permintaan langsung untuk industry manufaktur plus efek tidak langsung dari kenaikan permintaan Domestik untuk produk sector-sektor lainya terhadap produk industry.

b) Perluasan ekspor, atau efek dari kenaikan jumlah ekspor terhadap produksi industry manufactur.

c) Subsitusi Impor atau efek total dari kenaikan proporsi permintaan ditiap sector yang dipenuhi lewat produksi domestic terhadap output industry manufactur

d) Perubahan teknologi atau efek total dari perubahan koefisien input-output didalam perekonomian akibat kenaikan upah dan tingkat pendapatan terhadap sector industry manufactur.

Menurut Chenery, Penggolongan Industri dapat digolongkan menjadi 4 yaitu :

1. Industri Barang setengah jadi

2. Industri Barang jadi

3. Industi Barang setengah jadi sector primer

4. Industri barang jadi sector primer.

5. Peruabahan Struktur Perekonomian Negara Berkembang.

Yang dimaksud dengan struktur perekonomian Negara berkembang adalah komposisi peranan masing-masing sektor dalam perekonomian baik menurut lapangan usaha maupun pembagian sektoral ke dalam sektor primer, sekunder dan tersier di setiap Negara yang Berkembang.

Struktur Perekonomian Negara Berkembang, terdiri dari komponen:

a. Ukuran negara (luas geografis, jumlah penduduk, tingkat pendapatan),

b. Latar belakang sejarah dan kolonial,

c. Sumdar daya fisik/ alam dan manusia,

d. Komposisi etnik dan agama,

e. Arti penting relatif atas sektor pemerintah dan sektor swasta,

f. Sifat dasar struktur industri,

g. Kadar ketergantungan terhadap kekuatan politik dan ekonomi asing,

h. Pembagian kekuasaan dan struktur politik dalam negeri.

Selain itu, perubahan struktur perekonomian Negara berkembang ini juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan per kapita masyarakat, yang perubahanya mengakibatkan perubahan dalam selera dan kompisisi barang-barang yang dikonsumsi.

Ada 2 teori umum yang digunakan dalam menganalisis perubahan struktur perekonomian Negara berkembang yaitu :

1. Teori migrasi dari Arthur Lewis

Teori ini mengasumsikan bahwa Perekonomian sutu Negara pada dasarnya terbagi menjadi 2 yaitu :

· Perkonomian tradisional di Pedesaan yang didomonasi oleh setor pertanian,

· Perekonomian Modern di perkotaan yang sector utamanya adalah Industri

2. Teori Transformasi Struktural dai Hollis Chenery

Teori ini memfokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi Negara sedang berkembang yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional ke sector industry sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.